Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

AHOK Sudah di Penjara, Sandiaga UNO Layangkan Pujian Tinggi Kepada RS Sumber Waras

AHOK Sudah di Penjara, Sandiaga UNO Layangkan Pujian Tinggi Kepada RS Sumber Waras

AHOK Sudah di Penjara, Sandiaga UNO Layangkan Pujian Tinggi Kepada RS Sumber Waras – Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih, Sandiaga Uno, menyatakan tim sinkronisasi bakal membicarakan kemungkinan lanjutan pembangunan Rumah Sakit Sumber Waras di Jakarta Barat.

“Ini yang bakal dibicarakan tim sinkronisasi,” katanya, Rabu, 12 Juli 2017.

Pernyataan Sandiaga Uno selanjutnya menanggapi Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat yang bakal melanjutkan pembangunan RS Sumber Waras dengan pembiayaan memanfaatkan mekanisme kerja mirip pemerintah dan badan usaha (KPBU) dengan sebutan lain tidak memanfaatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.

Menurut Sandiaga, layanan kebugaran kelas dunia mesti ada di Jakarta.

“Kami mesti pastikan itu yang bakal menjadi prioritas,” katanya. Namun, kata dia, yang paling baik adalah jangan sampai anggaran habis cuma untuk menyembuhkan penyakit, tetapi mesti dibuat pencegahannya dengan memberi tambahan layanan kebugaran paling baik untuk warga Jakarta.

“Itu nanti detailnya dibicarakan sesudah Oktober (awal tempati kursi wakil gubernur),” kata Sandiaga. Menurut dia, pihaknya mesti punyai data yang sadar tentang pembangunan RS Sumber Waras. “Saya belum punyai data yang bisa memberi tambahan brief membuat saya dari faktor pembangunan ke depan,” ujarnya.

Pembangunan RS Sumber Waras sempat mandek hampir satu tahun.

Salah satu penyebabnya adalah temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang melaporkan kesalahan prosedur yang dikerjakan Pemerintah DKI didalam pembelian lahan senilai Rp 800 miliar itu.

Menurut BPK, harga lahan yang dibeli jauh lebih mahal sehingga merugikan keuangan tempat senilai Rp 191 miliar atau 25 prosen dari nilai yang dibayarkan.

BPK ulang menyimpulkan prosedur pembelian beberapa lahan RS Sumber Waras menyalahi aturan.

Namun Komisi Pemberantasan Korupsi menunjukkan tidak mendapatkan tindak pidana korupsi didalam pembelian lahan seluas 3,64 hektare tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme