Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

Calon Gubernur atau Menteri Ralat-Ralat? Dibully Tentang Rumah Ngimpi DP 0%, Sandiaga Ralat Begini

Calon Gubernur atau Menteri Ralat-Ralat? Dibully Tentang Rumah Ngimpi DP 0%, Sandiaga Ralat Begini

Calon Gubernur atau Menteri Ralat-Ralat? Dibully Tentang Rumah Ngimpi DP 0%, Sandiaga Ralat Begini – Baru-baru ini, Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, Sandiaga Uno, memastikan bahwa program rumah DP nol prosen yang digagasnya bersama dengan Anies Baswedan akan dipenuhi. Namun, rumah selanjutnya ternyata bukan diperuntukkan bagi penduduk umum melainkan bagi penduduk DKI yang mempunyai pendapatan Rp 7 Juta hingga Rp 10 Juta per bulan.

Terkait perihal itu, Anggota Tim Sinkronisasi Anies-Sandi, Edriana Noerdin, angkat suara. Edriana menyebut, program rumah selanjutnya tetap terus dikaji.

“Itu saat ini tengah dibahas terus,” cetus Edriana selagi dikonfirmasi, Rabu (12/7).

Dikatakan Edriana, segmen penduduk yang bisa membuka program rumah bersama dengan DP 0 rupiah tidak terpatok kepada mereka yang berpenghasilan Rp 7-10 juta.

Tim Sinkronisasi, kata Edriana, juga mengkaji mekanisme bagi penduduk yang berpenghasilan tidak cukup berasal dari itu untuk bisa turut dan juga didalam program tersebut.

“Sebetulnya kita senantiasa sesuai bersama dengan janji kampanye, bukan cuma orang yang berpenghasilan Rp 7-10 juta saja yang bisa membeli rumah,” beber dia.

Bahkan ditempat terpisah Sandiaga Uno menjelaskan akan mencari solusinya.

“(Program) udah landing, tapi harus terus dikritisi oleh masyarakat, cicilannya berat. Nah, itu tengah dicari solusinya, saya bilang berimbang. Kita harus lakukan penajaman terus, jangan cepat puas,” beber Sandi kepada wartawan di Posko Melawai, Jalan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/3).

Sebelumnya diberitakan, Sandiaga Uno mengungkapkan bahwa program rumah DP nol rupiah selanjutnya diperuntukkan bagi penduduk DKI yang mempunyai pendapatan Rp 7 Juta hingga Rp 10 Juta per bulan.

Menurutnya, batas pendapatan selanjutnya digunakan untuk memastikan bahwa warga bisa mencicil.

“Batasan pendapatan itu untuk memastikan bahwa mereka harus bisa mencicil. Karena DP 0 rupiah kategorinya untuk pendapatan sekitar Rp 7- Rp 10 juta per bulan. Kalau di bawah itu, enggak sesuai untuk pola rumah bersama dengan DP 0 rupiah,” ungkap Sandiaga, Selasa (12/7).

“Jadi yang berpartisipasi harus yang mempunyai pendapatan khusus untuk membayar cicilannya,” tambahnya.

Mendapat kabar tersebut, sontak netizen pun bereaksi. Banyak berasal dari mereka yang mengkritisi kebijakan selanjutnya dan tidak sedikit pula yang merasa kecewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme