Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

China Ditawari Proyek Infrastruktur Oleh Indonesia

China Ditawari Proyek Infrastruktur Oleh Indonesia

China Ditawari Proyek Infrastruktur Oleh Indonesia – Dalam Konferensi Tingkat Tinggi One Belt One Road (KTT OBOR) di China 2 pekan lalu, pemerintah menawarkan berbagai proyek infrastruktur ke investor China. Indonesia tak berkenan ketinggalan berasal dari Pakistan, Malaysia, dan Filipina yang sudah mendapat banyak prinsip investasi berasal dari China pas KTT OBOR.

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Panjaitan, menceritakan, KTT OBOR dihadiri 29 kepala negara/kepala pemerintahan, termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selain itu dihadiri pula perwakilan World Bank dan IMF.

Adapun topik utama dalam KTT itu adalah kerja mirip infrastruktur dan pembangunan masyarakat.

“China ini, kami suka atau enggak suka, duitnya banyak nih, US$ 3 triliun. Mereka kan berkenan jualan duwit juga, kalau bond kan 1 persen, tetapi kalau investasi kan 3 sampai 4 persen. Dalam forum itu, mereka kasih tawaran, minta kerja mirip dengan negara lain. Misalnya Pakistan sudah mampu prinsip US$ 60 miliar, Malaysia US$ 30 miliar, Filipina US$ 24 miliar, dan lain lain. Nah kami termasuk mau. Kita konsentrasikan tiga area dengan partner Indonesia,” kata Luhut dalam coffee morning di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Proyek utama yang ditawarkan Jokowi ke China adalah jalan tol, kereta api, properti, lapangan terbang, pelabuhan, sampai kawasan industri di Bitung. Itu seluruh terintegrasi.

“Pertama proyek Bitung. Integrasi toll road, kereta api, industrial park, listrik, property area, lapangan terbang, mirip pelabuhan. Kalau Bitung ini jalan, jalan kereta apinya sampai Gorontalo. Ini akan jadi kawasan tersendiri. Ini mampu jadi hub termasuk membuat ke tempat-tempat lain, mampu ke Bunaken. Dari situ dia mampu ke Bali,” papar Luhut.

Kemudian proyek besar lain yang ditawarkan adalah pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan smelter di Kayan, Kalimantan Utara (Kaltara). Sungai di sana memiliki potensi energi sampai 7.200 MW, sangat cukup dan efektif untuk smelter yang membutuhkan banyak listrik. Perusahaan asal China, CITIC, berminat masuk ke sana.

“Kedua di Kaltara. Di sana ada potensi listrik 7.200 MW. Terus kami membuat smelter disitu, dia mampu membuat sampai turunannya. Saya ketemu mirip CITIC. Mereka bersedia untuk masuk kesana karena mereka memiliki kebolehan hydropower. Kebetulan Inalum berkenan masuk juga, Inalum butuh 1.500 MW listrik, jadi mampu berpartner,” cetusnya.

Selain itu, ada proyek infrastruktur terintegrasi di Sumatera Utara (Sumut). Yaitu jalan raya berasal dari Kuala Tanjung-Parapat-Sibolha-Pekanbarui-Duri-Dumai.

“Infrastruktur berasal dari Kuala Tanjung – Parapat – Sibolga – Pekanbaru – Duri – Dumai. Jadi seluruh terintegrasi dengan semua,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme