Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

Fahri Hamzah Ikut BACOT Rencana DPR Boikot Polri

Fahri Hamzah Ikut BACOT Rencana DPR Boikot Polri

Fahri Hamzah Ikut BACOT Rencana DPR Boikot Polri – Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah angkat berkata soal usulan pemboikotan anggaran Polri dan KPK Tahun 2018 yang dilontarkan anggota pansus angket KPK, Muhammad Misbakhun.

Usulan yang disampaikan Misbakhun merupakan buntut dari pernyataan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai kepolisian tidak dapat melaksanakan panggilan paksa kepada tersangka info palsu Miryam S. Haryani yang kini kasusnya ditangani KPK.

“DPR sebenarnya harus mengawali formalitas mendisiplinkan pejabat negara yang terjalin dengan DPR. Karena DPR sebagai lembaga pengawas tertinggi, harus punya wibawa pengawasan,” kata Fahri didalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (21/6/17).

Menurut Fahri, sikap tegas itu harus ditunjukan lantaran hak angket yang dimiliki dewan merupakan perintah konstitusi. Sehingga, dikala ada lembaga yang menampik harus dilaksanakan penyadaran.

“Kalau ada gejala lembaga pemerintah ini tidak mau diawasi, atau menampik diawasi, maka seharusnya DPR memanfaatkan kewenangan yang besar itu untuk memahami bahwa diawasi DPR itu perintah konstitusi,” ujarnya.

Fahri berpendapat, hak angket telah menjadi anggota dari Undang-undang Dasar 1945. Dalam arti lain, angket menurut Fahri, merupakan lembaga penyelidikan tertinggi di negeri ini.

“Jadi benar-benar besar pengaruhnya bagi kehidupan kita. Karena itu lah harus wibawanya ditaati dan diikuti sebagai pengawas tertinggi,” ujar Fahri.

Terpisah, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan belum memilih sikap terkait usulan anggota panitia spesifik hak angket Komisi Pemberantasan Korupsi, Muhammad Misbakhun yang menghendaki anggaran Polri dan KPK th. 2018 tidak dibahas parlemen.

Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani menyatakan, pihaknya akan mengevaluasi menguntungkan rugi dari wacana itu sehabis berkomunikasi dengan Polri dan KPK usai lebaran.

“Kami melihatnya bukan pernyataan Pak Misbakhun-nya, tetapi pada pertimbangan mafsadah (rugi) dan maslahat (untung) saja soal isu itu. Soal itu baru kami evaluasi sehabis komunikasi dengan pimpinan Polri dan KPK berjalan kembali sehabis lebaran,” kata Arsul didalam pesan singkatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme