Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

GAWAT.. Seorang ULAMA Jadi-Jadian Berulah Lagi Dengan Chat Mesum Ala Onta

GAWAT.. Seorang ULAMA Jadi-Jadian Berulah Lagi Dengan Chat Mesum Ala Onta

GAWAT.. Seorang ULAMA Jadi-Jadian Berulah Lagi Dengan Chat Mesum Ala Onta – Apakah pemerintah wajib membawa dampak peraturan yang memahami mengenai sertifikasi ulama?

1

2

3

4

Wacana sertifikasi bagi ulama dan mubalig tetap bergulir. Pro dan kontra pun hadir, baik di kalangan ulama maupun di masyarakat. Gagasan standardisasi ulama itu juga sedang diperbincangkan di Kementerian Agama.

Di negara kami yang penduduknya mayoritas muslim, belum memahami betul siapa yang boleh dan layak diberi predikat ulama. Soalnya orang yang pandai berkata dan menghapal sejumlah ayat sudah bisa tampil sebagai ulama. Mereka mengajarkan Islam dengan ilmu keislaman yang dangkal atau bahkan dengan pemahaman yang tidak benar kepada masyarakat luas. Selama ini seluruh orang dengan kualifikasi demikianlah bisa diberi predikat ulama. Soalnya di negara kami belum ada ketetapan perundangan mengenai ulama, juga belum terdapatnya instansi sertifikasi ulama.

Misalnya, banyak pelawak yang menjadi ulama, Mereka menjadi selebriti di televisi. Materi dakwah mereka adalah banyolan untuk mengocok perut pendengarnya di rumah. Semakin lucu mubalig selebriti itu, jadi tinggi rating acaranya, dan jadi tinggi honor yang mereka peroleh. Apakah materi dakwah yang disampaikannya sesuai dengan ajaran Islam berdasarkan al-Quran dan al-Hadist tidak sangat penting.

Masalahnya pengurus MUI sekarang ini adalah manusia biasa, bukan malaikat, yang punyai nafsu untuk kesenangan, kekayaan dan kekuasaan. Jika dilacak bakal diketahui bahwa mereka beberapa besarnya terdiri berasal dari ulama partisan. Selain Ketua Umum juga para ketua, Sekjen, dan Waksekjen. Mereka juga aktif di ormas-ormasi Islam yang berpolitik, layaknya NU, Muhammadiyah, Matlaul Anwar, Al-Irsyad, PUI. Bahkan beberapa juga aktif di Ormas Islam baru bentukan FPI, yakni GNPF-MUI yang menjalankan jaman Islam untuk berdemo menentang Ahok. Konon Tengku Zulkarnain yang ditolak massa Dayak di Sintang konon berkunjung untuk meresmikan pendirian GNPF-MUI di kota itu. Bahkan di di dalam pengurus MUI tersebut duduk pula wakil partai politik besar layaknya Golkar dan PDIP. Selain itu, dua bendara MUI pada periode yang tidak sama ditangkap KPK di dalam masalah korupsi dan suap.

Mungkin sebaiknya sertifikasi ulama itu perlu. Bagaimana menurut anda?

Updated: July 14, 2017 — 11:52 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme