Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

RI 40 Tahun Hanya Bangun Tol 780 KM dan China Sudah 280 KM

RI 40 Tahun Hanya Bangun Tol 780 KM dan China Sudah 280 KM – Membangun dari pinggiran atau Nawa Cita, itu jadi visi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Infrastruktur dibangun dari Sabang sampai Merauke untuk menciptakan pemerataan ekonomi.

Jokowi rajin blusukan berkunjung ke beragam daerah untuk mengecek proyek-proyek infrastruktur, bahkan sampai ke Papua. Jokowi dulu naik motor trail menyusuri proyek jalan Trans Papua.

RI 40 Tahun Hanya Bangun Tol 780 KM dan China Sudah 280 KM

Dalam wawancara bersama detikFinance, Jumat (26/5/2017), Jokowi menyatakan infrastruktur wajib dibangun sehingga seluruh masyarakat Indonesia merasakan berputarnya perekonomian. Dan dapat tingkatkan energi saing negara.

Berikut hasil wawancara bersama Jokowi:

Anda dikenal sebagai presiden yang fokus di infrastruktur. Bahkan anda sampai bolak-balik ke Papua, naik motor trail untuk tunjukkan pembangunan infrastruktur. Apa tujuannya?
Infrastruktur ini amat fundamental sekali. Semua negara membutuhkan infrastruktur wajib ada. Apakah itu pelabuhan, bandara, jalan kereta api, pembangkit listrik, jalan raya dan jalan tol. Semua diperlukan. Tanpa itu tidak barangkali energi saing kita naik.

Saya berikan contoh, kemarin aku resmikan pelabuhan kecil di Tapaleo, Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara. Itu pelabuhan kecil, namun bersama terdapatnya pelabuhan itu, kapal-kapal dapat merapat. Kapal ukuran sedang dapat merapat. Dengan kapal itu, sembako dapat dibawa ke sana secara rutin, semen juga, sehingga harga jadi turun lebih rendah.

Tetapi terhitung jangan keliru, kapal yang mengantar sembako dan semen waktu kembali dapat mengantar product Halmahera Tengah, seperti lada, cengkeh, jagung. Produk-produk komoditas lokal dapat dijual. Ini memberi tambahan efek perekonomian yang besar pada daerah dan rakyat. Dan pada waktu kita membangun infrastruktur, jangan lupa tersedia rekrutmen tenaga kerja yang banyak sekali. Bisa ribuan.

Contoh waktu aku melihat pembangunan pelabuhan di Batam. Saya bertanya pekerjanya dari mana? Dari Papua, tersedia yang dari Jawa, Kalimantan, Sumatera, jadi banyak sekali untuk membangun bendungan saja.

Belum waktu membangun jalan tol, dikarenakan aku ke bawah tetap melihat langsung. Seperti jalan tol Semarang-Solo-Ngawi. Muncul warung-warung makanan banyak sekali untuk makan para pekerja. Jadi efek ke ekonomi di rakyat bawah besar sekali.

Ini yang sering tidak dilihat. Sehingga kita inginkan APBN kita fokus ke infrastruktur. Saya tidak senang, APBN kita tidak besar namun dibagi-bagi ke seluruh tempat, nanti tidak tampak dan tidak dirasakan masyarakat. Jadi fokus infrastruktur.

Lalu ke-2 pembangunan sumber energi manusia, lantas pembangunan industri, selanjutnya pembangunan sektor jasa. Kalau tahapan ini kita Mengerjakan secara fokus akan gampang mengontrolnya, gampang menganggarkannya, yang penting dapat dirasakan dan dilihat langsung.

Sudah berapa kilometer jalan yang sudah dibangun sampai ke Papua?
Misalnya jalan tol obyek kita 1.200 km didalam 5 tahun. Tapi perkiraan aku akan lebih dari itu, dapat 1.600-1.800 km. Tapi wajib kita ingat, didalam 40 th. ke belakang sesudah tol Jagorawi. Itu didalam 40 th. hanya membangun 780 km jalan tol.

Negara yang lain, seperti China itu saat ini yang dulu melihat tol Jagorawi, mereka sudah mempunyai 280.000 km. Oleh dikarenakan itu kenapa kita inginkan mempercepat sehingga tidak tertinggal bersama negara lain yang dulu melihat ke kita.

Updated: May 31, 2017 — 2:17 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme