Info NKRI

Situs Berita Online Indonesia Terpercaya dan Terupdate Seputar Bisnis, Politik, Ekonomi, Olahraga, dan Berita Mancanegara

SANTAINYA ANIES Menanggapi Warga Yang Geram Karena Rumah DP 0%

SANTAINYA ANIES Menanggapi Warga Yang Geram Karena Rumah DP 0%

SANTAINYA ANIES Menanggapi Warga Yang Geram Karena Rumah DP 0% – Gubernur terpilih DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi kritikan yang kini diarahkan terhadap program tempat tinggal bersama DP (down payment) atau duwit muka nol rupiah yang digagasnya bersama wakilnya, Sandiaga Uno.

Menurut Anies, penjelasan secara rinci mengenai program selanjutnya dapat dicermati di web web jakartamajubersama.com.

Anies menunjukkan di didalam web wb itu dijelaskan skema program tempat tinggal DP nol rupiah bersama beraneka macam kategori penghasilan.

“Untuk lengkapnya jangan berspekukasi dan jangan ikut-ikutan membentuk opini. Tapi memandang di web jakartamajubersama.com. Di situ ada penjelasan lengkap mengenai skemanya,” kata Anies saat ditemui di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (15/7/2017).

Menurut Anies, penjelasan mengenai skema program tempat tinggal DP nol rupiah sudah dimuat di web jakartamajubersama.com sejak masa kampanye. Karena itu, ia terasa sudah tidak harus ulang mengemukakan penjelasan

“Jangan pakai statement-statement saja. Tapi rujuk ke dokumen tertulis kami dan di situ ada. Dan ini bukan zaman kampanye lagi. Kami tidak senang banyak menjelaskan, tetapi kami akan melaksanakan,” ujar Anies.

Kritikan terhadap program tempat tinggal DP nol rupiah belakangan muncul sehabis pengakuan Sandiaga Uno yang menyebutkan ada skema lain yang dibahas timnya untuk program DP nol rupiah.

Skema itu yakni mengenai prasyaratan peserta program yang adalah warga Jakarta bersama pendapatan Rp 7 hingga 10 juta.

Saat masa kampanye, baik Anies maupun Sandi kerap menunjukkan program DP nol rupiah sebagai program yang menyasar warga kelas menengah ke bawah bersama pendapatan maksimal Rp 7 juta.

Upah minimum regional (UMR) di DKI Jakarta saat ini adalah Rp 3,3 juta per bulan. Itu artinya, peserta program itu adalah mereka yang maksimal berpenghasilan kira-kira dua kali UMR DKI Jakarta. Namun, Sandi menunjukkan skema selanjutnya baru semata-mata dibahas dan belum diputuskan secara final.

Updated: July 17, 2017 — 12:25 pm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Online Indonesia | Berita NKRI Frontier Theme